Saliha

Inilah Pentingnya Memahami Al-Quran Sebagai Pedoman Hidup Umat Islam

Dec 28, 2018
administrator

Usaha setiap individu Muslim dalam memahami Al-Quran akan berimbas kepada keluarga dan masyarakat yang dibinanya.

 

 

Pada masa Rasulullah SAW, pemahaman terhadap Al-Quran diperoleh dengan cara mendengarkan, membaca, menghafalkan secara lisan dari mulut ke mulut. Dimulai dari Rasulullah sendiri kepada para sahabat. Kemudian, dari seorang imam yang ahli dalam bacaan kepada imam yang lain. Dalam periode ini Al-Quran belum dibukukan. Baru pada masa Khalifah Abu Bakar RA, Al-Quran mulai dibukukan dalam sebuah mushaf (Abdul Jalal dalam Agus Maimun,2015)

Dari sumber yang sama, disebutkan bahwa setelah memasuki masa Khalifah Utsman bin Affan, mushaf Alquran 30 juz disalin dan diperbanyak serta disebarluaskan ke daerah-daerah pendudukan Islam. Sehingga Al-Quran dapat sampai ke hadapan Bunda saat ini. Diharapkan keberadaan mushaf dapat memudahkan umat membaca dan mempelajari isinya serta menjadikannya pedoman hidup.

 

BACA JUGA : Pahala Orang Tua Mengajarkan Alquran Pada Anak

 

Pentingnya Memahami Al-Quran Bagi Setiap Muslim

Membaca, memahami, dan menghafal Al-Quran bukanlah fardhu kifayah yang bisa diwakilkan kepada ulama, kiai atau ustadz. Melainkan kewajiban setiap individu muslim. Jika setiap individu mampu melakukannya, maka akan berimbas kepada keluarga dan masyarakat yang dibinanya.

Membaca dengan diikuti pemahaman yang benar akan menumbuhkan keyakinan akan kebenaran Al-Quran. Sangat besar manfaat yang didapat dari membaca, mempelajari, dan mendengarkan Al-Quran. Untuk melakukannya, harus ada sikap hati yang menyerah kepada kebenaran, sebab sikap hati merupakan dasar untuk dapat memahami Al-Quran.

Al-Quran sebagai pegangan hidup memberikan harus dihayati supaya menjadi kekuatan yang memotivasi dan mendasari kegiatan sehari-hari, serta menjadi alat perjuangan dalam bidang keilmuan atau kemasyarakatan. Lebih baik lagi jika penghayatan ditingkatkan dengan usaha meningkatkan kajian terhadap tafsir Al-Quran.

Dikutip dari straitsmoslem.com, dalam surah Yunus ayat 57-58, Allah menyatakan bahwa Al-Quran merupakan penyembuh penyakit, petunjuk, dan rahmat bagi orang yang beriman, serta lebih berharga daripada harta yang dapat dikumpulkan. Ada sebuah ungkapan dari Allama Iqbal, yang artinya, jika ingin menjalani kehidupan muslim, maka tidak mungkin kecuali untuk hidup oleh Al-Quran. Dengan tadabur yaitu pikiran yang terfokus, berorientasi pada tujuan dan intens menemukan penerapan Al-Quran ke dalam kehidupan. Biarkan kebenaran Al-Quran mengubah kehidupan sebagai individu dan bermasyarakat di dunia dan akhirat.

Dengan demikian, untuk hidup dengan Al-Quran, umat Islam harus menggunakan akal pikiran untuk memahaminya. Gunakan waktu dan tenaga untuk berjuang dengan tekun memahaminya seperti halnya melakukan perkara lain dalam kehidupan. Mempelajari mushaf, menghafal, dan mengamalkan Al-Quran tidak akan mengganggu fokus dalam mengerjakan hal lain. Bahkan, banyak ahli yang mengatakan bahwa menghafal Al-Quran 30 juz dapat menjadi pemicu kecerdasan.


Share Artikel
Latest Post
Promo