Nabiku Idolaku Balita

Rp 1.100.000,-
Author

Nabiku Idolaku merupakan paket lengkap berkualitas yang menyajikan Kisah 25 Nabi dan Rasul Sepanjang Zaman bagi keluarga. Produk ini dikemas sesuai dengan segmen usia balita dan anak-anak. Di dalamnya sarat dengan ilmu pengetahuan yang disampaikan melalui beragam pintu masuk sebagai sarana untuk balita dan anak-anak dalam mengembangkan kecerdasan majemuknya.


Nabiku Idolaku disajikan dalam format board book sebagai pintu masuk bagi anak-anak, khususnya balita dalam mengenal Kisah 25 Nabi dan Rasul.


Keunggulan Produk Nabiku Idolaku


Kisah-Kisah 25 Nabi dan Rasul merupakan kisah yang tak pernah lekang oleh waktu; diceritakan dari generasi ke generasi. Di dalamnya terkandung banyak sekali nilai, kisah, pelajaran, dan keteladanan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Bagaimanakah supaya anak-anak, khususnya balita, mengenal kisah 25 Nabi dan Rasul agar kelak menjadikannya sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari? 

  • Nabiku Idolaku untuk pembaca balita 

Produk ini sebagai pintu masuk bagi anak-anak, khususnya balita dalam mengenal Kisah 25 Nabi dan Rasul. 
Buku ergonomis, meskipun tebal, buku ini tetap ringan. Disajikan dalam bentuk board book yang pas bagi anak-anak, khususnya balita. 

  • Kontennya mudah dipahami.

Cerita disampaikan dengan kalimat-kalimat pendek dan konten yang tidak terlalu banyak. 
Para orangtua dapat menceritakan/mendongeng kepada anak-anak sesuai gayanya masing-masing. 
Konsep buku ini memberikan ruang yang sangat lebar bagi para orangtua yang kreatif untuk dapat mendongeng Kisah 25 Nabi dan Rasul kepada anak-anak. 

  • Ilustrasi yang menarik 

Kisah 25 Nabi dan Rasul ini dibuat mungil juga “renyah”. Saat membacanya seperti menikmati camilan. Meskipun demikian, konsep visualnya tidak sesederhana itu. Kisah Nabi dan Rasul ini terdiri dari 25 jilid yang digambar oleh lima ilustrator yang memiliki gaya masing-masing sehingga setiap bukunya mempunyai karakter. Paling tidak, dalam setiap lima buku, anak-anak akan menikmati karakter gambar yang berbeda. Semua ilustrasi dikerjakan dengan teknik manual. Buku ini tidak menampilkan sosok nabi pada ilustrasinya. Di beberapa jilid, kita akan menemukan ilustrasi dalam bentuk simbolik seperti dalam kisah Nabi Adam atau kisah Nabi Ayyub. Di sinilah perlunya pendampingan orangtua saat membaca buku. Orangtua membantu anak-anak saat menginterpretasikan gambar. Karena keterbatasan tidak menggambarkan sosok nabi inilah, ilustrasi buku ini menjadi lebih kaya kreativitas visualnya. 

  • Memberikan pengalaman beragam untuk anak-anak, sesuai dengan konsep kecerdasan majemuk 

Produk ini sarat dengan ilmu pengetahuan yang disampaikan melalui media teks dan gambar. Media-media tersebut merupakan sarana untuk mengembangkan kecerdasan majemuk anak.

  • Mengembangkan kecerdasan linguistik 

Nabiku Idolaku disajikan dengan pilihan kata yang pas bagi anak. Cerita disampaikan dengan ringkas dan padat sehingga mudah dibaca oleh anak-anak, khususnya balita. Gaya penceritaan yang menarik, dan pengemasan yang disesuaikan bagi perkembangan psikologi anak usia balita. Orangtua mendampingi anak balita saat menikmati ragam kisah yang ada dalam produk Nabiku Idolaku.         

  • Mengembangkan kecerdasan visual 

Nabiku Idolaku dikemas dengan sentuhan gambar-gambar dan warna-warna menarik yang disesuaikan dengan usia anak. Melalui buku Nabiku Idolaku, orangtua dapat memperkenalkan warna, bentuk, dan objek kepada anak-anak. Selain itu, pemilihan jenis font atau huruf yang disajikan membuat buku ini mudah dibaca oleh anak. 

  • Mengembangkan kecerdasan emosi 

Kisah-kisah yang disajikan dalam Nabiku Idolaku sangatlah beragam. Ada yang menyedihkan, menegangkan, begitu juga yang menyenangkan. Hal tersebut menimbulkan ragam emosi bagi anak: marah, sedih, takut, gembira, dan lain-lain. Ragam emosi tersebut dapat melatih anak mengolah emosi yang ada pada dirinya. 

  • Mengembangkan kecerdasan sosial 

Nabiku Idolaku tidak hanya memaparkan kisah-kisah tentang hubungan manusia dengan Tuhan. Tetapi juga, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan makhluk lainnya, seperti dengan binatang dan lingkungan. 
Anak-anak pun dapat mengambil hikmah atau pelajaran dari kisah-kisah tersebut, seperti memahami dan memperhatikan perasaan orang lain, memperhatikan lingkungan, dan memperhatikan makhluk hidup lainnya.