Edukasi Anak

BELAJAR MENGAJI: Mengaji jadi mudah dan menyenangkan bagi anak

Sep 25, 2020
administrator

Entah dari guru mengaji yang mana saya mulai bisa membaca huruf hijaiah karena saya punya tiga guru mengaji. Guru mengaji yang pertama tidak terlalu lama karena galaknya setengah mati. Perawakannya kecil, tapi tatapan matanya tajam. Belum melakukan kesalahan pun, saya rasanya tidak kuat melihat sorot matanya.

Guru mengaji yang kedua, jarak rumahnya agak jauh dari rumah saya. Lalu, masjid tempat kami belajar mengaji pun lebih besar. Masjid utama yang sering dipakai untuk shalat berjamaah pada hari-hari besar Islam. Beliau cukup paham dunia anak-anak. Bukan berarti tidak galak, karena zaman dahulu tidak ada guru mengaji yang tidak galak. Namun, sebelum aktivitas mengaji, beliau sering memamerkan permainan-permainan tangan sederhana yang menakjubkan bagi anak-anak.

Guru mengaji yang ketiga adalah menantu dari guru mengaji yang kedua. Beliau masih sangat muda waktu itu. Lumayan lebih tegas dari mertuanya, tetapi tidak segalak guru mengaji yang pertama. Beliaulah yang mengajari saya mengaji paling lama.

Dulu, metode belajar mengaji tidak semudah dan seberagam sekarang. Hanya ada dua jenis Al-Quran, yaitu Al-Quran kecil dan Al-Quran besar. Jenis mushafnya hampir sama, kadang Al-Quran yang kami pakai ada sebagian halaman yang robek dan warnanya sudah kusam karena usia.

Saya dan teman-teman bisa mengaji berkat ketulusan dan keikhlasan mereka. Semua mereka lakukan tanpa pamrih. Kami belajar mengaji asal mau datang, tanpa bayaran sepeser pun. Mudah-mudahan, almarhum  guru pertama dan kedua saya diterima segala amal ibadahnya di sisi Allah Swt. Lalu, guru saya yang ketiga yang sampai sekarang masih ada, mudah-mudahan selalu diberi kesehatan dan rezeki yang berkah. Aamiin.


Share Artikel
Latest Post
Free Download