Fakta Unik

Nyanyian Tukang Kerupuk

Apr 17, 2020
administrator

Zaman saya kecil masih ada tukang kerupuk yang pikulannya lebih besar daripada kepala rudal. Kadang-kadang, tukang kerupuknya tenggelam sendiri di tengah-tengah dua buah wadah besar yang dipikulnya.

 

Biasanya, konsumen mereka adalah warung-warung yang sudah mempunyai wadah sendiri­ untuk menyimpan kerupuk. Wadah itu disebut “blek”. Satu blek biasanya berisi minimal lima puluh biji kerupuk.

 

Yang menarik buat saya waktu itu, setiap tukang kerupuk mengisi blek di warung-warung. Dia selalu menghitung kerupuk-kerupuk itu sambil bersenandung. Setelah dewasa, saya sempat bertanya kepada ibu saya, katanya justru dari senandung itu terkadang oknum tukang kerupuk bisa mengelabui hitungan. Masuk akal, tetapi saya ingin melihat kreativitas itu dari sudut pandang yang positif.

 

 Belakangan ini, saya berpikir mungkin itu salah satu teknik berhitung yang efektif agar tidak terlewat dan menyenangkan seperti pembelajaran di TK. Masih ingatkah cara menghafal dengan sistem “cantol”? Misalnya, cara menghafal warna pelangi–mejikuhinibiu (merah, jingga, kuning, hijau, nila, biru, dan ungu).

 

Jadi, karakter otak itu perlu disiasati untuk bisa menghafal atau berhitung lebih efektif. Orang visual mungkin harus dibantu visual, orang musikal harus dibantu dengan musik, orang natural harus banyak belajar di alam terbuka, dan lain-lain.

 

Contoh di bawah ini, buku Kisah 25 Nabi dan Rasul, yang cover-nya berfungsi untuk menghafal nama-nama nabi dengan ikon yang menggambarkan karakter dan perjuangan masing-masing nabi.

 

 

Perhatikan cover bukunya. Berapa nabi yang bisa dihafal dari melihat ikon-ikon tersebut? Selamat mencoba .…

 

Salam,

 

Iwan Yuswandi / Manager Redaksi – Pelangi MIZAN


Share Artikel
Latest Post
Free Download