Saliha

Kisah Dua Pemuda yang Berbakti Pada Orang Tua hingga Akhir Hayat

Sep 22, 2018
administrator

Berbakti kepada orang tua hingga akhir hayat mereka adalah salah satu nilai utama yang harus ditanamkan saat menerapkan cara mendidik anak dalam Islam. Sebagai teladan, Bunda bisa mengisahkan risalah dua orang pemuda muslim yang dikenal akan baktinya kepada kedua orang tua mereka. Kedua pemuda tersebut adalah Kilab bin Umaiyah dan Uwais Al-Qarni.


Kilab bin Umayyah
Kilab bin Umayyah dikisahkan sebagai seorang pemuda yang hidup di zaman Khalifah Umar bin Khathab. Pemuda ini selalu mengurus dan mencukupi kebutuhan ibu bapaknya yang telah renta. Setiap hari, dia tak pernah lupa untuk menghidangkan susu yang diperahnya sendiri kepada kedua orang tuanya.
Namun, ketika terjadi peperangan, Kilab diajak oleh dua utusan khalifah untuk ikut berperang. Meskipun kedua orang tuanya merasa berat untuk melepaskan, mereka akhirnya mengizinkan Kilab untuk pergi berjihad.
Selang beberapa hari, ayah Kilab, Umayyah bin Askar, merasakan kerinduan yang mendalam kepada anak lelakinya. Dia kemudian datang menemui Khalifah Umar untuk mengungkapkan kerinduan tersebut.
Umayyah yang telah renta dan hampir kehilangan penglihatan menuturkan kepada Umar bahwa dirinya sangat kehilangan Kilab yang biasa mengurusnya. Umayyah juga sangat ingin bertemu dengan putranya sebelum meninggal. Mendengar hal ini, Umar merasa tersentuh dan akhirnya membawa Kilab dari medan perang untuk dikembalikan kepada orang tuanya agar pemuda itu dapat mengurus mereka hingga akhir hayat.


Uwais Al-Qarni
Uwais Al-Qarni adalah seorang pemuda Yaman yang hidup di zaman Rasulullah saw. Dia merawat ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan. Terlepas dari itu, Uwais sangat ingin pergi ke Madinah untuk bertemu langsung dengan Rasulullah.
Suatu hari, ibunya yang telah renta mengizinkan Uwais untuk bertolak ke Madinah. Sayangnya, saat sampai di kediaman Rasulullah, teladan yang sangat ingin ditemuinya ternyata tengah berada di medan perang. Uwais bermaksud menunggu kepulangan Rasulullah, namun dia teringat ibunya dan memutuskan untuk kembali ke Yaman, melepaskan kesempatannya untuk bertemu Rasulullah.
Sepulang dari peperangan, Rasulullah yang mendengar kisah ini bersabda bahwa karena kepatuhan dan baktinya kepada sang ibu, Uwais Al-Qarni dianggap sebagai pemuda penghuni langit.

Itulah kisah mengenai dua pemuda muslim di zaman dahulu yang mendapatkan kemuliaan karena bakti mereka kepada kedua orang tua. Semoga kisah di atas dapat dijadikan sebagai salah satu sumber inspirasi bagi Bunda, ya.
 


Share Artikel
Latest Post
Free Download